Laman

Selasa, 16 Februari 2016

Harga Buah Kurma Asli Indonesia


Bagi rekan-rekan para penggiat budidaya pohon kurma di Indonesia apabila pohon kurmanya sudah berbuah merupakan suatu nikmat dan keberkahan yang luar biasa. Setelah panen buahnya bisa dimakan sendiri, dibagikan kepada keluarga dan tetangga atau bahkan bisa dijual apabila ternyata banyak berlebih. Namun yang menjadi pertanyaannya bagaimana dengan hitungan ekonominya atau harga jualnya saat ini ?, 


Kurma paling tinggi harganya adalah kurma yang dijual dalam keadaan segar (fase Ruthab). Selain segar kurma pada fase Ruthab ini juga amat manis dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Namun kurma segar seperti ini hanya bisa bertahan antara 3 - 4 minggu saja sehingga kurma seperti ini sangat jarang ada di Indonesia kecuali dapat oleh-oleh dari orang yang baru datang umroh itupun kalo mereka umroh bertepatan dengan panen kurma. Sedangkan kurma yang sering kita jumpai di pasar-pasar, swalayan dan mall-mall di Indonesia hanyalah kurma kering.
 
Kurma Segar Fase Ruthab (Foto : Asosiasi Kurma Indonesia)
Kurma segar harganya lebih tinggi daripada kurma kering yang sering kita jumpai di Indonesia. Di Arab Saudi kurma segar pasarannya mencapai 100,- Riyal atau sekitar Rp 366.000,- / Kg. Bagaimana dengan harga di Indonesia? kalo yang dijual adalah kurma segar asal Arab Saudi tentunya akan lebih malah dari harga tersebut.

Di Indramayu - Jawa Barat ada petani kurma yang sudah mulai menjual hasil panenannya beberapa tahun terakhir ini. Menurut Bapak Muhaimin Iqbal Pengurus Pusat The Indonesian Date Palm Association (Asosiasi Kurma Indonesia) menyampaikan berdasarkan kunjungan beliau ke Indramayu - Jawa Barat, petani kurma disana menjual buah kurma segar hasil panenannya seharga Rp 350.000,- / Kg.

Kurma berbuah lebat di Indramayu (Foto : geraidinar.com)

Kurma sudah mulai bisa berbuah mulai umur 4 - 10 tahun. Pohon kurma yang telah dewasa bisa menghasilkan 80 s/d 120 kg buah / tahun bahkan menurut Asosiasi Kurma Indonesia yang berkunjung ke perkebunan kurma tropis di Thailand, hasil panen kurma tropis di sana bisa mencapai 300 kg / pohon per tahun.

DI Indonesia masih belum ada statistik yang resmi mengenai hasil perkebunan kurma karena memang kebanyakan pohon kurma di Indonesia kebanyakan masih berupa lifestyle, hobi atau sekedar tanaman hias. Hanya sebagian kecil yang benar-benar mengembangkan dalam skala perkebunan.

Kita ambil saja data hasil panen kurma Indonesia di titik pertengahan yaitu 100 kg / tahun per pohon maka satu pohon kurma berpotensi menghasilkan Rp 35 juta per pohon per tahun bila dijual dalam keadaan segar.

Perkebunan kurma tropis KL-1 di Thailand

Berdasarkan salah seorang pejabat senior di Bank Indonesia yang juga ikut mendalami kurma yang sempat mempelajari langsung dari petani-petani kurma yang sukses di Thailand menyampaikan bahwa penghasilan satu pohon kurma tersebut memiliki nilai ekonomi yang setara dengan satu hektar sawit.

Satu hektar pohon sawit yang baik rata-rata menghasilkan 30 ton per tahun, sedangkan  harga sawit yang berlaku saat ini adalah Rp 1,150/kg TBS (Tandan Buah Sawit). Maka hasil tahunan 1 hektar lahan yang ditanami sawit yang baik saat ini adalah Rp 34.5 juta. Sekarang Anda bisa melihat, potensi hasil 1 pohon kurma ini bahkan lebih tinggi dari potensi hasil 1 hektar pohon sawit.


Bagi yang ingin membudidayakan kurma amatlah mudah bahkan bisa kita tanam sendiri dari biji kurma yang biasa buahnya kita makan. Tinggal beli buah kurma yang anda rasa enak di pasar-pasar Indonesia, daging buahnya dimakan dan bijinya kita tanam. Adapun caranya ada saya tulis di blog ini pada judul Cara Menanam Kurma dari Biji.

Sumber geraidinar.com disusun ulang oleh Ahmad Ridha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar